You are here: Home › Cash-Flow

Sub Menu

Cash Flow

Bagaimana arus kas Anda? Bisa jadi cash flow Anda selalu membuat kaya orang lain. Ketika Anda membeli barang konsumtif - misalnya sepeda motor, maka arus kas Anda terjadi pengeluaran. Namun bagi arus kas Dealer, pengeluaran Anda adalah pemasukkan bagi mereka. Dan sepeda motor tersebut tidak akan berfungsi jika Anda tidak mengisikan bensin sekaligus biaya perawatan. 
Lihatlah, setiap Anda mengeluarkan uang untuk membeli barang konsumtif, maka Anda harus mempersiapkan uang lagi untuk kelangsungannya. Padahal semua barang komsumtif pasti merosot nilai jualnya untuk masa yang akan datang. Dan itu bukan disebut Asset!
cashflow
Berbeda ketika Anda Investasi - Deposito Bank, misalnya. Ketika Anda mengeluarkan sejumlah dana untuk investasi deposito, maka itu adalah hutang bagi pihak Bank terhadap Anda. Dan tentunya Anda mendapatkan pembagian hasil dari dana yang diputar oleh Bank. Nah hasil investasi inilah yang bisa Anda manfaatkan untuk memenuhi gaya hidup Anda. Tapi jangan dihabiskan boss, disarankan 1/3 dari hasil investasi Anda gunakan lagi untuk memperbesar investasi. 
cashflow-investasi 

Waah...sampai kapan dong menikmati hasilnya? Jawabannya "Sampai semuagaya hidup Anda sesukanya bisa dibiayai oleh hasil investasi Anda! Bukan dibiayai oleh penghasilan kerja keras Anda!” Sabar aja dulu boss...Anda pasti akan menikmati hasilnya. Namun langkah awal yang harus Anda lakukan adalah Menahan Keinginan terlebih dulu.

1. Sisihkan 20% dari penghasilan Anda untuk investasi
Nggak pake tawar-menawar. Harus Anda lakukan! Kalau Anda berpikir "Ya deh nanti kalo penghasilan saya sudah besar, saya akan sisihkan Pak..” Saya menjamin sampai penghasilan Anda 100 juta / bulan juga tidak akan pernah bisa menyisihkan! Jangan nunggu besar dulu, bukankah semuanya dimulai dari yang kecil. Karena kebiasaan maka sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.
"Iya deh...mulai bulan depan saya lakukan!” Oops...Salah!!! Jangan nunggu bulan depan. Mengapa? Karena akan banyak alasan untuk selalu menghabiskannya. Waktu yang tepat adalah sekarang!
Daripada Anda mencari alasan untuk menghabiskan, bukankah lebih baik mencari alasan untuk investasi masa depan? Jadi...Ambil jatah investasi DI DEPAN.

2. Menunda Kesenangan
Cobalah untuk memanfaatkan apa yang ada menjadi lebih produktif. Bukan saya menghalangi Anda untuk menikmati hasil kerja Anda. Tapi maksud saya MELARANG KERAS untuk konsumtif berlebihan. Sewajarnya saja, selama masih bisa dimanfaatkan, maka jangan dulu berpikir untuk mengganti.

3. Alokasi Asset
Berpikirlah bahwa sekarang waktu yang tepat untuk mengalokasikan uang Anda menjadi Asset yang menghasilkan. Kalau Anda berpikir "Ini kan hanya dilakukan oleh orang-orangkaya saja!” Jawabannya adalah BENAR. Karena itulah Anda beli ebook ternak emas ini supaya Anda menjadi KAYA! Jika Anda tahu caranya maka tidak dibutuhkan modal besar untuk bermain alokasi Asset.

Apa saja sih Asset itu?

  • Property
    o Ruko (Rumah plus Toko)
    o Rumah Kontrakkan atau Kamar Kost
    o Tanah Parkiran
  • Commodity
    o Emas dan Perak
    o Logam Mulia
    o Dinar dan Dirham
    o Hasil Bumi
  • Royalty
    o Hak Cipta
    o Saham
    o Obligasi
    o Reksa Dana
    o Deposito dan Tabungan
  • Bisnis Bersistem
    o Konglomerasi
    o Franchise
    o Personal Franchise

 

 Silahkan dari sekian banyak ini, mana yang Anda pilih. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.