You are here: Home › Karyapreneur

Sub Menu

Karyapreneur

Karyawan Adalah Entrepreneur

Bagi sebagian orang, mendefinisikan entrepreneur adalah pengusaha, pedagang, pebisnis, dan sejenisnya kecuali bekerja sebagai karyawan. Namun bagi saya, seorang pekerja atau karyawan juga bisa menjadi entrepreneur dalam pekerjaanya. Karena pada prinsipnya terjadi transaksi jual beli dalam bentuk skill, kemampuan, ataupun jasa dari aktivitas pekerjaannya.

 

Pekerja yang berjiwa entrepreneur selalu melihat peluang dibanding kendala. Pantang menyerah dan selalu memproses transaksi dengan cara-cara yang cerdas, cepat dan tidak cukup hanya sekedar "selesai” melainkan sampai pada tingkat kepuasan konsumen (konsumen dalam hal ini adalah perusahaan tempat ia bekerja). Dan tentu ia akan memberikan kontribusi keuntungan bagi perusahaan.

 

Ia menjual kemampuannya untuk dihargai oleh perusahaan. Hanya saja biasanya perusahaan banyak yang tidak bijak, yaitu selalu membayar upah tanpa melihat prestasi. Jadilah ia dibayar flat (standar/tetap) yang mengakibatkannya enggan untuk memberikan hasil pekerjaan pada tingkat kepuasan pelanggan. Yang penting masuk kerja dan kerjaan selesai, itu sudah lebih dari cukup.

 

Saya pernah menjadi pekerja, tahun 2002 sebagai sopir mobil box mendampingi salesman. Tugas saya dari perusahaan memang cuman nyopir. Tapi, saya tidak hanya "menyelesaikan” tugas, melainkan berupaya memberikan hasil sampai pada tingkat kepuasan pelanggan, yaitu perusahaan tempat saya bekerja. Saya membantu salesman menawarkan produk, melayani pelanggan, dan memberikan opsi kepada pelanggan untuk membeli terus, dan membeli lebih banyak lagi. Hanya 6 bulan sebagai sopir, saya dipromosikan menjadi marketing supervisor.

 

Sebagai supervisor saya memiliki banyak kesempatan memberikan saran produk-produk yang sangat diminati pasar. Hanya saja keterbatasan perusahaan adalah belum bisa memproduksi produk tersebut. Ini kendala, tapi ini juga peluang. Rupanya memang benar, bahwa wajah dari peluang itu berupa kendala. Jika kita tidak bisa mengenalinya, hilanglah peluang.

 

Dengan latarbelakang pendidikan teknik industri, saya merancang proses produksi dan mengusulkannya kepada perusahaan. Meskipun saya tahu bahwa ini bukan tugas saya sebagai marketing supervisor, tapi yang jelas ini peluang usaha, dan saya harus menunjukkannya kepada perusahaan. Akibatnya tugas saya semakin berat, selain sebagai Marketing Spv diberikan juga jabatan Production Spv. Itulah yang saya sebut memberikan kepuasan kepada pelanggan, meskipun gaji saya tidak bertambah, namun saya percaya bahwa rejeki itu berpihak kepada mereka yang mau melayani.

 

Singkat cerita, produk baru berhasil diproduksi, dan setiap pagi kami melakukan briefing pagi, yaitu memberikan pengarahan kepada jajaran salesman dalam rangka mengkawal produk baru. Alhamdulillah, produk ini booming di pasar dan kami kesulitan memenuhi permintaan pasar. Prestasi ini menghantarkan saya menjadi General Manager Perusahaan hanya dalam waktu 2 tahun setelah saya memulainya dari sopir mobil box.

 

So.. Jangan kecil hati ketika Anda sebagai karyawan, Anda masih bisa menjadi entrepreneur dengan memberikan kualitas kerja terbaik bagi perusahaan. Lampaui batasan Anda!