You are here: Home › artikel
  • DemeXeMuse says:02 Nov 2013
    nyasar kisini gara2 ini: http://htwins.net/scale2/ , pas liat sampe ukuran terkecil…
    Apa itu Quantum?
  • eko budhi says:27 Sep 2013
    Waaah kajiannya luar biasa bang.. memperkuat informasi tentang quantum ikhlas..…
    Energi Otak Manusia
  • Raudha says:28 Jul 2012
    Ajiibb bang !! like this notes
    Energi Otak Manusia
  • banghaq says:13 Apr 2012
    Dana yang ada di Kemenag dijadikan sukuk (sejenis obligasi) tapi dengan margin yang…
    Menjadi Pengusaha itu Mulia
  • miska says:14 Mar 2012
    dana haji yang di kemenag digulirkan kemana, Bang? makasih
    Menjadi Pengusaha itu Mulia

Antara Realitas dan Kenyataan

0 Tue 10, July 2012 in Inspirasi by banghaq

Saat terjadi suatu keadaan, hampir sebagian besar dari kita lebih sering melihat dengan "realitas” pikirannya masing-masing ketimbang "kenyataan” yang terjadi. Di sinilah letak relatif-nya suatu keadaan, yaitu bahwa satu keadaan bisa memiliki banyak makna sesuai paradigma dan persepsi seseorang. Pada prinsipnya semua adalah benar menurut pandangannya masing-masing, dan di sinilah letak kesulitan merubah keadaan yang dialaminya.

Kesulitan merubah nasib bukan berada pada caranya, melainkan berada pada perubahan realitas dalam pikirannya. Seperti kenyataan "lebatnya hujan” membuat realitas pikiran seseorang mengatakan "Dagangan bakal sepi nih! Makin sulit aja nyari rejeki!”, atau "Jalanan macet, terlambat kerja, pekerjaan gak kelar”, dan banyak lagi lainnya. Padahal kenyataan lebatnya hujan bagi sebagian orang bisa bermakna "Aliran irigasi semakin lancar, tanah subur, hasil panen meningkat”, atau justru keadaan ini memaksa kita untuk bisa mencari peluang bisnis dengan membuat desain payung terbaru yang bisa menjadi trend. Kenyataannya bisa dilihat dari berbagai macam realitas pikiran mereka dalam menyikapinya.

So, masalahnya bukan pada "kenyataannya” melainkan "realitas” kita dalam menyikapi kenyataan, itulah masalah sesungguhnya. Anda tidak bisa merubah keadaan "hujan lebat” seketika berhenti sesuai keinginan, tetapi Anda bisa merubah realitas pikiran bahwa lebatnya hujan bisa memberikan kebahagiaan dalam hidup Anda.

Dalam sebuah dialog, seorang sahabat berkata, "Aku telah menginginkan memiliki penghasilan besar, tetapi kenyataannya penghasilanku tidak pernah bertambah, justru pengeluaran yang semakin banyak”.

Kemudian Bang HAQ berkata, "Mari saya tunjukan realitas pikiran yang sesuai dengan kenyataannya : Anda berharap mendapatkan penghasilan yang lebih besar?”

"Ya, seperti yang sudah saya katakan”, jawabnya singkat.

"Lalu Anda menghitung justru pengeluaran yang bertambah banyak?”

"Iya, itulah kenyataannya”, kembali ia menegaskan.

"Artinya bahwa pengeluaran Anda jauh lebih banyak dibanding sebelumnya?”

"Ya, itulah yang terjadi”, sambil sedikit berpikir tentang kalimat Bang HAQ yang terakhir.

"Maksud saya gini Bang, bukan penghasilan yang bertambah melainkan pengeluarannya.. begitu..”, kembali ia ingin menjelaskan realitas pikirannya.

"Hehehe... bukankah pengeluaran Anda yang semakin besar dibanding sebelumnya adalah tanda bahwa penghasilan Anda juga bertambah dari sebelumnya? Inilah yang kita sebut realitas pikiran yang tidak melihat kenyataan. Padahal tidak mungkin Anda bisa mengeluarkan lebih banyak jika tidak ada pemasukan terlebih dahulu. Nah, permasalahannya bukan pada penghasilannya, melainkan cara Anda mengeluarkannya!”

"Namun, bukan berarti saya menyarankan kepada Anda untuk mengurangi pengeluaran yang memang sudah semestinya dikeluarkan. Bahkan bila perlu Anda harus mengeluarkan lebih banyak lagi dalam bentuk pengeluaran untuk Tabungan atau Deposito. Mulailah untuk berfokus pada pengeluaran yang baik, dan realitas pikiran Anda diarahkan untuk melihat kenyataan bahwa sesungguhnya penghasilan Anda bertambah. Sedemikian akan muncul kesadaran bahwa apa yang Anda terima teramat banyak, maka hal ini akan menumbuhkan rasa syukur. Dan jika Anda bersyukur, niscaya Tuhan akan selalu menambahkan penghasilan Anda.”

Apapun yang Anda keluarkan, berpikirlah semakin banyak pengeluaran untuk kebaikan. Karena sesungguhnya "Anda tidak akan bisa mengeluarkan, sebelum Anda menerima!” Itulah realitas pikiran yang bisa melihat kenyataan dari sudut pandang kebaikan!

Last Modified: Tue 10, July 2012
  • Visits: 1346
  • (Current Rating 0.0/5 Stars) Total Votes: 0
  • 0 0

No Comments Yet...

Leave a reply


Contact Information

  • E-mail: info@banghaq.com
  • Address: Jl. Pangeran Arya Salingsingan - Blok Sidapurna No. 7
    Ds. Kasugengan Kidul Kec. Depok - Cirebon 45155