You are here: Home › artikel
  • DemeXeMuse says:02 Nov 2013
    nyasar kisini gara2 ini: http://htwins.net/scale2/ , pas liat sampe ukuran terkecil…
    Apa itu Quantum?
  • eko budhi says:27 Sep 2013
    Waaah kajiannya luar biasa bang.. memperkuat informasi tentang quantum ikhlas..…
    Energi Otak Manusia
  • Raudha says:28 Jul 2012
    Ajiibb bang !! like this notes
    Energi Otak Manusia
  • banghaq says:13 Apr 2012
    Dana yang ada di Kemenag dijadikan sukuk (sejenis obligasi) tapi dengan margin yang…
    Menjadi Pengusaha itu Mulia
  • miska says:14 Mar 2012
    dana haji yang di kemenag digulirkan kemana, Bang? makasih
    Menjadi Pengusaha itu Mulia

Dahsyatnya Energi Pikiran

0 Wed 14, December 2011 in Inspirasi by banghaq

edwin c barnesSesungguhnya, pikiran akan menjelma menjadi sesuatu yang maha dahsyat jika didukung oleh tujuan yang jelas, kebulatan tekad dan KEINGINAN YANG KUAT untuk menerjemahkan atau mengejawantahkannya menjadi harta benda atau materi lainnya.

Edwin C. Barnes sudah membuktikan bahwa orang bisa BERPIKIR DAN BENAR-BENAR MENJADI KAYA. Tentu saja penemuannya itu tidak berlangsung dalam sekejap mata, melainkan secara bertahap, sedikit demi sedikit, diawali dengan sebuah KEINGINAN YANG KUAT menjadi mitra bisnis Thomas Edison.

Salah satu hal yang membedakan KEINGINAN Barnes dari keinginan lainnya adalah bahwa keinginan itu sangat jelas dan pasti. Dia ingin bekerja sama dengan Edison, bukan bekerja untuknya. Perhatikanlah baik-baik kisah berikut ini yang menjelaskan sebuah kenyataan, agar Anda lebih memahami pinsip-prinsipnya.

Jika KEINGINAN, atau gejolak pikiran itu pertama kali melintas di benaknya, dia belum mampu untuk serta merta menindaklanjutinya. Ada dua kesulitan yang menghadangnya. Dia belum kenal dengan Tn. Edison, dan tidak punya cukup uang untuk ongkos tiket kereta api ke kota Orange di New Jersey. Kesulitan-kesulitan itu cukup besar dan bisa membuat kebanyakan orang ciut nyalinya dan urung mengejar keinginan mereka. Tetapi keinginan di dalam hatinya itu memang bukan sembarang hasrat! Dia sudah bertekad bulat mencari cara untuk mewujudkannya, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menumpang gerbong barang yang menuju ke East Orange.

Dia langsung menghadap Tn. Edison di laboratnya, seraya mengatakan niatnya untuk berbisnis dengan tokoh penemu besar itu. Ketika mengisahkan pertemuan pertamanya dengan Barnes bebarapa tahun sesudahnya, Tn. Edison mengatakan, "Dia berdiri di hadapan saya, dengan penampilan yang lebih mirip seorang gembel, namun ada sesuatu di wajahnya yang membuat saya yakin bahwa dia sudah bertekad bulat untuk meraih keinginannya. Setelah sekian lama berurusan dengan berbagai tipe manusia, saya pun paham, jika seseorang benar-benar sangat MENGINGINKAN sesuatu hampir sampai dia rela mempertaruhkan seluruh masa depannya, dia pasti akan menang. Saya berikan kesempatan yang dimintanya, karena saya lihat dia akan tetap bertahan sampai dia berhasil. Berbagai kejadian setelah itu membuktikan bahwa keputusan saya tak salah.”

Apa yang dikatakan Barnes kepada Tn. Edison saat itu tak seberapa penting dibandingkan dengan apa yang dipikirkannya. Yang mendorong Edison menerima dia di kantornya, karena penampilannya benar-benar parah. Apa yang tersimpan di benaknya jauh lebih penting.

Jika semua pembaca dapat menangkap pesan penting di balik statemen ini, mungkin Anda tak perlu lagi membaca artikel ini sampai habis.

Dari tatap muka pertama itu tentu saja Barnes tak langsung diangkat menjadi mitra bisnis Edison. Dia hanya diberi kesempatan bekerja di kantor Edison dengan gaji yang sangat minim, dan melakukan pekerjaan yang dianggap sangat sepele oleh Edison. Tapi Barnes justru menganggapnya sangat penting, sebab pekerjaan itu memberinya peluang untuk langsung menggelar dan menunjukkan "barang dagangannya” kepada "calon rekan bisnisnya.” Beberapa bulan berlalu, tak nampak tanda-tanda bahwa Barnes akan mencapai tujuannya. Namun, dalam benaknya Barnes telah menyimpan TUJUAN TERPENTING YANG PASTI. Secara konsisten dia semakin mengobarkan KEINGINANNYA untuk menjadi rekanan bisnis Edison.

Para psikolog dengan jitu menyatakan, "Jika orang benar-benar siap untuk mendapatkan sesuatu, sikap itu akan nampak dari penampilannya.” Barnes sangat siap bermitra dengan Edison; lebih dari itu, dia sudah bertekad untuk SELALU SIAP SAMPAI DIA MENDAPATKAN APA YANG DICARINYA.

Dia tak pernah sekalipun berkata, "Ah, sia-sia saja semua ini. Lebih baik aku banting stir dan mencoba menjadi salesman.” Sebaliknya dia berujar, "Saya datang ke sini untuk berbisnis dengan Edison, dan tak peduli kalau saya harus menghabiskan seluruh hidup saya untuk itu, saya tetap akan mewujudkannya.” Dia bersungguh-sungguh dengan tujuannya! Kesungguhan hati dengan TUJUAN YANG PASTI dan terus berpegang teguh pada cita-cita itu bahkan menjadikannya sebuah obsesi yang menyita segenap jiwa raganya!

Mungkin Barnes yang ketika itu masih muda tak sempat menyadarinya. Tetapi tekadnya yang sudah membatu, kekerasan hatinya untuk mewujudkan sebuah HASRAT, sudah ditakdirkan untuk mengatasi semua penolakan dan membawa peluang yang dicarinya.

Saat peluang itu akhirnya datang, dia muncul dalam wujud yang sama sekali berbeda, dan di luar dugaan Barnes. Di situlah letak liciknya kesempatan. Dia suka menyelinap lewat pintu belakang, dan sering menyamar sebagai kemalangan, atau kekalahan sesaat. Itulah mengapa banyak orang yang gagal mengenalinya.

Tn. Edison baru saja menyempurnakan penemuan barunya, sebuah piranti kantor yang dinamai Edison Dictating Machine (belakangan disebut Ediphone). Para salesman Edison sangat tidak antusias memasarkan mesin itu. Mereka sangsi mesin itu akan mudah dijual. Barnes melihat peluang terhampar di depan matanya. Peluang itu datang diam-diam dalam wujud sebuah mesin yang aneh, yang tak menarik bagi siapa pun kecuali Barnes dan Edison sebagai pencipta mesin itu.

Barnes yakin dia dapat menjual mesin itu. Dia menyampaikan hal itu kepada Edison, dan seketika mendapat peluang yang diincarnya. Dia berhasilmemasarkan mesin itu. Bahkan dia berhasil mencapai rekor penjualan yang spektakuler sampai-sampai Edison memberinya kontrak untuk mendistribusikan dan memasarkannya ke seluruh Amerika. Dari kemitraan ini muncul sebuah slogan yang terkenal, "Made by Edison, installed by Barnes.” Berkat kemitraan besar : dia berhasil membuktikan bahwa orang bisa "berpikir Kaya dan Benar-benar Kaya.”

Berapa banyak uang Barnes yang dihasilkan oleh KEINGINAN yang pertama kali muncul di benaknya dulu, saya tak pernah tahu. Mungkin dia berhasil meraup tiga juta dolar. Namun jumlah itu, seberapapun besarnya, tak lagi penting kalau dibandingkan dengan aset yang lebih besar yang diperolehnya dalam bentuk pengetahuan yang pasti, bahwa cetusan pemikiran dapat disulap menjadi sesuatu yang berwujud nyata dengan menerapkan prinsip-prinsip yang diketahui.

Secara harfiah Barnes telah menjadi mitra bisnis Edison! Pikirannya telah menjadi Milyuner. Dia sama sekali tidak punya modal awal, kecuali sebuah keyakinan tentang apa yang diinginkannya, DAN TEKAD YANG BULAT UNTUK TERUS MEMEGANG TEGUH KEINGINAN ITU SAMPAI DIA BERHASIL MEWUJUDKANNYA.

Dia tak punya uang untuk mengejar ambisinya. Bekal pendidikannya sangat minim. Dia tak punya pengaruh. Namun dia mempunyai inisiatif, keyakinan dan keinginan untuk menang. Berkat dorongan dari kekuatan yang tak kasat mata itu dia berhasil menyejajarkan dirinya dengan tokoh penemu terbesar sepanjang jaman Edison.
Last Modified: Wed 14, December 2011
  • Visits: 1712
  • (Current Rating 1.0/5 Stars) Total Votes: 1
  • 1 0

No Comments Yet...

Leave a reply


Contact Information

  • E-mail: info@banghaq.com
  • Address: Jl. Pangeran Arya Salingsingan - Blok Sidapurna No. 7
    Ds. Kasugengan Kidul Kec. Depok - Cirebon 45155