You are here: Home › artikel
  • DemeXeMuse says:02 Nov 2013
    nyasar kisini gara2 ini: http://htwins.net/scale2/ , pas liat sampe ukuran terkecil…
    Apa itu Quantum?
  • eko budhi says:27 Sep 2013
    Waaah kajiannya luar biasa bang.. memperkuat informasi tentang quantum ikhlas..…
    Energi Otak Manusia
  • Raudha says:28 Jul 2012
    Ajiibb bang !! like this notes
    Energi Otak Manusia
  • banghaq says:13 Apr 2012
    Dana yang ada di Kemenag dijadikan sukuk (sejenis obligasi) tapi dengan margin yang…
    Menjadi Pengusaha itu Mulia
  • miska says:14 Mar 2012
    dana haji yang di kemenag digulirkan kemana, Bang? makasih
    Menjadi Pengusaha itu Mulia

Kepantasan Mendahului Hasil

0 Mon 06, March 2017 in Motivasi by banghaq

giftKaidah ini tidak sulit dipahami, bahwa seseorang akan menerima sesuatu sesuai dengan tingkat kepantasannya. Ketetapan dasarnya adalah, "Sesungguhnya Allah SWT tidak akan memberikan beban kecuali sesuai dengan kemampuan seseorang untuk memikulnya”.

 

Jadi, mustahil jika Tuhan salah dalam pemberian-Nya.

 

Hanya saja mempraktekkannya tidak sedikit yang terjebak kepada pemahaman yang dangkal dan merasa diri sudah layak untuk menerima hasil dari upaya yang telah dilakukannya. Hingga sering muncul keluhan-keluhan seperti:

 

"saya rasa semua upaya sudah aku lakukan. Tapi hasilnya masih tak sesuai harapan.”

"doa, sudah. Upaya sudah. Hasilnya masih nihil!”

"gak tau kenapa, aku kok begini-begini aja nasibnya..”

Dan masih teramat banyak ungkapan lainnya yang senada.

 

Teman-teman..

Selama kita masih "merasa pantas” menerima pemberian sesuai harapan, maka akan semakin tidak ihlas menerima hasil. Sebaliknya justru saat kita merasa tidak pantas, niscaya kehidupan ini seperti penuh keajaiban.

 

Ambil contoh mudahnya, ketika kita bekerja maka sebenarnya kita sedang belajar. Semakin banyak belajar tentunya semakin terbuka lebar kesempatan memperbaiki diri dan semakin banyak mengetahui kekurangan diri. Lalu.. saat Anda belajar menjadi ahli di bidang pekerjaan Anda, eeeh… di akhir bulan Anda menerima bayaran gaji, bahkan bisa jadi plus bonus dan insentif. Anda mungkin akan mengatakan, "waduh pak.. saya di sini aja sudah sangat beruntung. Bisa belajar. Ini dikasih duit lagi.. Waah makasih pak..”

 

Sebaliknya, ketika kita merasa bahwa pekerjaan kita ini memberikan keuntungan kepada perusahaan, merasa kalau pekerjaan kita telah maksimal, merasa layak mendapatkan hasil sepadan. Maka ketika di akhir bulan saat Anda menerima gaji, bonus, dan insentif akan merasa bahwa Anda seharusnya bisa menerima lebih besar lagi. Pada akhirnya Anda selalu menuntut perusahaan dan hilangnya kemauan untuk memperbaiki diri karena merasa sudah melakukan yang terbaik.

 

Sahabat..

Mari kita simpulkan. Jika ada seseorang menerima keberhasilan gemilang, maka hati bersih kita akan ikut senang dan mengatakan, "Ooh.. pantas kalo dia berhasil. Dia memang layak menerimanya..”

 

Namun tidak jarang pikiran negatif kita mengatakan, "Kok bisa sih..? Ah.. Padahal dia cuman gitu-gitu aja. Bahkan saya harusnya lebih berhak ketimbang dia..”

 

Come on my friend..

Ungkapan ini bisa menyederhanakan tema kita kali ini, "Janganlah meminta seember air, jika yang kau punya hanya gelas. Bukannya Tuhan tidak mau memberikan sesuai dengan permintaanmu, melainkan Tuhan menunggu agar engkau mengganti wadahnya terlebih dahulu. Kan mustahil Tuhan salah dalam urusan pemberian-Nya.”
Last Modified: -/-
  • Visits: 179
  • (Current Rating 3.0/5 Stars) Total Votes: 1
  • 0 0

No Comments Yet...

Leave a reply


Contact Information

  • E-mail: info@banghaq.com
  • Address: Jl. Pangeran Arya Salingsingan - Blok Sidapurna No. 7
    Ds. Kasugengan Kidul Kec. Depok - Cirebon 45155