You are here: Home › artikel
  • DemeXeMuse says:02 Nov 2013
    nyasar kisini gara2 ini: http://htwins.net/scale2/ , pas liat sampe ukuran terkecil…
    Apa itu Quantum?
  • eko budhi says:27 Sep 2013
    Waaah kajiannya luar biasa bang.. memperkuat informasi tentang quantum ikhlas..…
    Energi Otak Manusia
  • Raudha says:28 Jul 2012
    Ajiibb bang !! like this notes
    Energi Otak Manusia
  • banghaq says:13 Apr 2012
    Dana yang ada di Kemenag dijadikan sukuk (sejenis obligasi) tapi dengan margin yang…
    Menjadi Pengusaha itu Mulia
  • miska says:14 Mar 2012
    dana haji yang di kemenag digulirkan kemana, Bang? makasih
    Menjadi Pengusaha itu Mulia

Membangun Independent Global Entrepreneur

0 Thu 01, December 2011 in Motivasi by banghaq

Membangun bisnis personal franchise (waralaba pribadi) adalah seni membangun emosional para pemegang franchise untuk tetap menjalankan bisnisnya sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan oleh support system. Ketidaksabaran menyebabkan banyak diantara kita mengharapkan cara terpintas dan tercepat untuk menggapai sukses, padahal tidak ada cara pintas kecuali hanya dengan langkah yang sudah teruji berpuluh-puluh tahun.

Berbeda dengan negara-negara maju yang memahami bahwa bisnis personal franchise adalah salah satu solusi untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan. Di negara Indonesia masih sangat banyak yang memandang remeh bahkan tidak sedikit mencibir ketika ditawarkan bisnis personal franchise.

Tidak ubahnya merubah akidah jahiliyah (kebodohan), dibutuhkan tahapan proses dengan cara yang benar. Sebagaimana Rosulullah SAW menjalankan misinya dengan tahap sebagai berikut :

1. Tahap sembunyi-sembunyi

Tahap ini dilalui untuk menghindari konflik secara langsung dari masyarakat yang jelas-jelas menolak cara berpikir akidah tauhid. Rosulullah SAW melalui tahap ini dengan melakukan dakwahnya secara diam-diam, yakni beliau memulai dari keluarga, kerabat dekat, dan orang-orang yang beliau percaya bisa menerima seruannya. Dan rumah yang dijadikan sebagai tempat pertemuan adalah rumah sahabat al-Arqam bin Abil Arqam al-Makhzumi.

Sudah sepatutnya kita belajar dan meniru apa yang telah dilakukan Rosulullah SAW. Dalam menjalankan bisnis inipun demikian pula, mulailah dari orang-orang terdekat kita yang bisa kita percaya. Kemudian segeralah untuk menentukan tempat pertemuan yang rutin, yaitu rumah kita atau rumah sahabat kita yang bisa dijadikan sebagai tempat presentasi home meeting. Mulailah menjalankan bisnis dari rumah kita!

2. Tahap terang-terangan

Tahap ini dilakukan setelah 3 tahun lamanya menjalankan dakwahnya dengan diam-diam. Tahukah Anda berapa sahabat yang beriman kepadanya? Tidak lebih dari 39 orang saja! Kendatipun demikian Allah SWT memberikan perintah untuk berdakwah secara terang-terangan. Selama sebulan beliau tidak keluar rumah semenjak menerima perintah itu. Sampai-sampai dikira sakit oleh famili beliau. Setelah Abu Tholib datang menjenguk (karena disangka sakit) maka Rosulullah menjelaskan hal ihwal yang menyebabkan tidak keluar rumah selama sebulan, yaitu diperintah Allah SWT untuk menyampaikan dakwahnya kepada sanak keluarga dan saudara-saudaranya secara terbuka. Keraguan muncul di hatinya, sebab pengikutnya belum cukup kuat untuk menerima perintah ini. Namun Abu Thalib memberikan sokongan untuk mempersilahkan Rosulullah SAW melakukan pertemuan secara terbuka dengan cara mengundang sanak keluarga dan kerabat untuk dikumpulkan di tempat umum.

Begitulah semestinya, setelah kita memiliki mitra bisnis terpercaya maka langkah selanjutnya adalah merencanakan untuk mengadakan pertemuan terbuka melalui GBO (Global Business Opportunity) dengan cara mengundang sanak keluarga masing-masing untuk berkumpul di suatu tempat. Namun yang perlu dicatat adalah pertemuan GBO bisa dilakukan setelah kita memiliki group bisnis sejumlah 40 mitra yang akan mengundang masing-masing sanak keluarganya. Katakan jika masing-masing hanya bisa mengajak 1 orang saja, maka akan terkumpul 80 orang dalam pertemuan.

3. Tahap hijrah

Hijrah adalah perintah Allah SWT kepada Rosulullah untuk menyampaikan dakwahnya lebih luas. Ada dua fase hijrah, fase pertama yaitu hijrah ke Habsy untuk menyelamatkan kaum muslimin dari kecaman dan siksaan kafir Quraisy. Sesampainya di Habsy kaum muslimin melakukan dakwah, namun tidak banyak yang beriman. Fase ke dua yaitu hijrah ke Madinah. Tahap hijrah ke Madinah dilakukan karena diawali ketika Rosulullah melakukan dakwah di Mekkah banyak sekali bertemu dengan para pedagang dari luar kota yang beliau ajak masuk Islam. Al-kisah pada suatu malam Rosulullah SAW berada di bukit Aqobah, Mina. Di tempat tersebut beliau bertemu dengan serombongan orang dari Yatsrib (Madinah) sebanyak enam orang. Mula-mula Rosulullah SAW menyapa dan mengajukan pertanyaan, lalu mereka menjawabnya dengan baik. Selanjutnya beliau memperkenalkan diri kepada mereka, dan merekapun memperkenalkan diri kepada beliau. Sesudah itu beliau menanyakan keadaan bangsa mereka di kota Yatsrib, dan beliau mengajak mereka untuk duduk bersama-sama dan bercakap-cakap. Merekapun menerima ajakan beliau. Sesudah beliau dan mereka saling bercakap-cakap dan bertanya-tanya, kemudian Rosulullah SAW mengajak mereka pergi ke tempat yang sunyi, sedikit lebih jauh dari penglihatan orang. Kemudian beliau berseru kepada mereka, dan membacakan ayat-ayat al-Quran. Dengan segera mereka tertarik dan mengerti segala apa yang Rosulullah SAW sampaikan, dan mereka percaya kepada apa yang beliau bacakan. Setelah itu, enam orang tersebut diajak Rosulullah ke tempat yang lebih sunyi dan tak tampak oleh orang kebanyakan di kaki bukit Aqobah. Kemudian mereka saling berunding sendiri, dan masing-masing menyatakan percaya dengan sungguh-sungguh terutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalah. Kemudian Rosulullah menasehati mereka untuk bersatu, se-iya sekata, tolong-menolong, bantu-membantu, untuk mengembangkan seruan beliau, menyiarkan Islam.

Setelah ke-enam orang tersebut kembali ke Madinah, mereka lalu menyiarkan keislamannya kepada sekalian penduduk yang ada di sana dan menyampaikan berita sebagaimana yang mereka dengar dari Rosulullah SAW. Oleh karenanya di kota Yatsrib (Madinah) nama Nabi Muhammad SAW menjadi terkenal di kalangan penduduk Madinah, padahal Rosulullah SAW belum pernah datang ke sana.

Nah sahabatku, ketika Anda membaca artikel ini bisa jadi persis sebagaimana yang Anda rasakan, yaitu pada tahap hijrah adalah akibat bertemunya kita dengan beberapa orang yang tidak kita kenal sebelumnya, namun mereka mau menjadi partner bisnis kita. Kemudian mereka juga melakukan pengembangan di daerahnya. Hijrahlah jika kita sudah tidak bisa diterima di tempat asal kita. Bukankah bumi Allah itu luas? Maka bertebaranlah di muka bumi, dan kuasai bumi ini!

Mengapa Rosulullah SAW tetap menjalankan misinya walaupun cercaan, hambatan, siksaan, dan beribu rintangan dihadapinya? Karena beliau mempercayai apa yang belum bisa dipercaya orang lain, memiliki keyakinan yang benar, melihat visinya dengan jelas akan masa depan, yaitu kenikmatan jannah (surga) sebagai tujuan hidup bahagia.

Belajarlah dari sirah (sejarah) kehidupannya yang tidak akan habis dan terus menginspirasi siapapun yang mau belajar. Karena bisnis personal franchise mengandalkan hubungan timbal balik sesama manusia, mengutamakan kepercayaan, dan menjadikan duplikasi sebagai kunci kesuksesan maka sangat dianjurkan untuk semakin sering membaca perjalanan hidupnya.

Wallahu A’lam Bisshowab.

Last Modified: -/-
  • Visits: 1423
  • (Current Rating 0.0/5 Stars) Total Votes: 0
  • 2 0

No Comments Yet...

Leave a reply


Contact Information

  • E-mail: info@banghaq.com
  • Address: Jl. Pangeran Arya Salingsingan - Blok Sidapurna No. 7
    Ds. Kasugengan Kidul Kec. Depok - Cirebon 45155