You are here: Home › artikel
  • DemeXeMuse says:02 Nov 2013
    nyasar kisini gara2 ini: http://htwins.net/scale2/ , pas liat sampe ukuran terkecil…
    Apa itu Quantum?
  • eko budhi says:27 Sep 2013
    Waaah kajiannya luar biasa bang.. memperkuat informasi tentang quantum ikhlas..…
    Energi Otak Manusia
  • Raudha says:28 Jul 2012
    Ajiibb bang !! like this notes
    Energi Otak Manusia
  • banghaq says:13 Apr 2012
    Dana yang ada di Kemenag dijadikan sukuk (sejenis obligasi) tapi dengan margin yang…
    Menjadi Pengusaha itu Mulia
  • miska says:14 Mar 2012
    dana haji yang di kemenag digulirkan kemana, Bang? makasih
    Menjadi Pengusaha itu Mulia

Menyatukan Yang Terserak

0 Thu 01, December 2011 in Motivasi by banghaq

Pagi ini saya memperhatikan proses pembuatan rumah tepat di depan rumah lama kami. Kesibukan para pekerja dan suara mesin molen membuat hingar-bingar telinga. Bagi sebagian orang, kegiatan ini nampak biasa saja. Namun bagi saya, justru memberikan inspirasi dan pelajaran besar. Semoga pengalaman ini bisa memberikan inspirasi juga untuk sahabat. Diantaranya beberapa hal yang bisa saya ambil sebagai pelajaran :

Memulai Dari Akhir

Jauh sebelum tanah digali sebagai pondasi, kami menyepakati model rumah dengan bentuk gambar dan blue print. Beberapa kali melalui koreksi dan perubahan letak dari setiap ruangan. Ini sangat penting bagi kami, karena jangan sampai ada perubahan setelah proses pengerjaan dimulai. So, kami menganggap bahwa memulai sesuatu memang harus dari tujuan akhir yang jelas!

Demikian pula di bisnis yang sedang kita bangun, blue print dari model bisnis harus jelas dalam bentuk tujuan yang akan kita capai. Seorang visioner tidak melihat batu gunung sebagai benda yang tak bernilai, tapi ia bisa melihat kuda atau putri yang cantik di dalamnya. Memang tidak semua orang bisa melihatnya jelas dalam pikiran, namun seorang visioner bisa membimbing seseorang menemukan dan meyakini apa yang dilihatnya.

Kerjasama Kemitraan

Sebuah bangunan kokoh tersusun atas berbagai komponen pembentuk yang saling komplementer (melengkapi). Tidak ada makna salah satu komponen jika tidak dipadukan dengan komponen lainnya.

Tumpukan batu koral, pasir, batu bata, besi beton, air, atau semen sekalipun tidak akan bisa membentuk bangunan rumah jika tidak saling bekerjasama dengan konsep kemitraan. Entah apa jadinya jika mereka masing-masing merasa EGOIS dengan kehebatan dirinya tanpa melihat kekurangannya.
"Jika saja bukan karena aku, maka bangunan ini tidak akan jadi!” Teriak batu bata. "Sombong sekali kau..” Sanggah semen, "Jika bukan karena aku, engkau tidak akan
bisa menjadi dinding. Lihatlah, akulah yang paling berperan dalam bangunan ini!” Pasir tidak mau ketinggalan, "Ah.. kalian ini bisa menyatu kan karena aku! Coba jika aku tidak ada, bangunan ini tidak mungkin ada!”

Lalu besi beton ikut meramaikan suasana pengakuan siapa yang paling berjasa, kemudian tidak mau kalah batu koral, kayu, genteng, dan air.
Lihatlah sahabatku, jika mereka tidak mau bersatu dalam tujuan yang sama, apakah bangunan bisa terwujud? Bahkan saya melihat "selang air” pun memiliki peranan penting demi suksesnya tujuan.

Kerjasama adalah kunci keberhasilan untuk membangun bangsa Indonesia yang besar. Jika masing-masing komponen masyarakatnya saling melengkapi dan membantu, saya yakin bangsa ini menjadi bangsa yang maju.

Membangun Dengan Tahapan

Kokohnya bangunan dilihat dari pondasi yag kuat. Sebagai tahap awal proses pembentukan bangunan yang tinggi dan megah. Tidak ada "siapa yang paling berperan?” Namun dalam setiap tahapan diperlukan peranan penting dari setiap individu pembentuk dalam konteks kesatuan.

Memastikan bahwa dalam membangun usaha tahap pertama adalah memiliki pondasi kuat. Pondasi bisnis memiliki beberapa Pilar :

  1. Perusahaan, kekuatan perusahaan sebagai mitra harus riil dalam konsep usaha. Selain legalitas yang harus terpenuhi, perusahaan juga harus eksis dalam usaha. Artinya usahanya harus nyata dan jelas. Memiliki lokasi usaha milik sendiri, ada proses produksi, ada produk yang dijual, dan kuat secara financial. Tidak hanya menawarkan usaha investasi yang bukan menjadi tanggung jawabnya (karena investasi biasanya dikelola oleh perusahaan lain yang tidak bisa dikendalikan oleh kita. Ini dilakukan agar bisa lempar batu sembunyi tangan, dan menyalahkan perusahaan lain sebagai pengelola investasi). Perusahaan harus menjamin kelanjutan visioner yang telah diberikan kepada mitra usahanya. Bukannya mengalihkan dengan program-program pengganti yang selalu memberikan janji manis. Perusahaan yang seperti ini hanya memanfaatkan mitra sebagai sumber penghasilan perusahaan dan tidak pernah fokus untuk menyelesaikan program- program yang pernah dikeluarkannya.
  2. Manajemen, dalam artian sebagai system pendukung dan tata cara yang baik. Setiap tujuan akan mudah tercapai dengan sistem pendukung (manajemen) yang memudahkan proses pencapaiannya. Dalam hal bisnis kemitraan, support system sebagai edukasi bagi mitra sangat mutlak diperlukan. Tidak hanya membangun financial saja, tetapi lebih didahulukan pembangunan mental dan spiritual sebagai pondasi diri lebih diutamakan. Jika kita bekerja untuk UANG, maka jangan kaget jika kita tidak punya NILAI mulia, yang pada akhirnya membuat kita jatuh karenanya. Dan jika kita bekerja untuk BELAJAR, maka jangan heran jika NILAI kita menjadi mulia, yang pada akhirnya membuat kita TINGGI secara penghasilan.
  3. Pembimbing, dialah orang yang ihlas membantu kita dalam proses pembelajaran usaha. Seperti belajar renang, mereka para pembimbing adalah orang-orang yang telah berhasil dan mengetahui cara-cara terbaik, dan mereka ikut berenang bersama kita. Karena mitra bisnis kita sangat heterogen dengan berbagai jenis latar belakang yang berbeda-beda, maka bimbingan secara personal menjadi alasan terkuat bahwa bisnis ini harus dibangun dengan pola bimbingan.
  4. Diri Kita, adalah pondasi yang tidak bisa dilupakan. Sebab keberhasilan usaha tergantung dari seberapa kuat usaha kita untuk MAU berhasil. Janganlah seperti orang yang kesulitan hidupnya membuat dirinya tidak MAU berubah. Jadilah orang yang mudah DIBANTU, sebab kebanyakan dari kita sulit menerima BANTUAN orang lain. Pilar pertama sampai ketiga (Perusahaan, Support System, dan Pembimbing) akan sangat suka membantu jika kita MAU DIBANTU. Bantulah diri untuk bisa menerima BANTUAN orang lain, dengan cara ikuti chalange yang ditetapkan support system. Ketika kita membantu orang lain, pada hakekatnya adalah kita membantu DIRI kita untuk menjadi mulia di hadapan Tuhan.

 

 

Wallahu a’lam bisshowab.

 

Last Modified: Tue 20, December 2011
  • Visits: 1015
  • (Current Rating 0.0/5 Stars) Total Votes: 0
  • 0 0

No Comments Yet...

Leave a reply


Contact Information

  • E-mail: info@banghaq.com
  • Address: Jl. Pangeran Arya Salingsingan - Blok Sidapurna No. 7
    Ds. Kasugengan Kidul Kec. Depok - Cirebon 45155