You are here: Home › artikel
  • DemeXeMuse says:02 Nov 2013
    nyasar kisini gara2 ini: http://htwins.net/scale2/ , pas liat sampe ukuran terkecil…
    Apa itu Quantum?
  • eko budhi says:27 Sep 2013
    Waaah kajiannya luar biasa bang.. memperkuat informasi tentang quantum ikhlas..…
    Energi Otak Manusia
  • Raudha says:28 Jul 2012
    Ajiibb bang !! like this notes
    Energi Otak Manusia
  • banghaq says:13 Apr 2012
    Dana yang ada di Kemenag dijadikan sukuk (sejenis obligasi) tapi dengan margin yang…
    Menjadi Pengusaha itu Mulia
  • miska says:14 Mar 2012
    dana haji yang di kemenag digulirkan kemana, Bang? makasih
    Menjadi Pengusaha itu Mulia

My Mind is My Life

0 Thu 01, December 2011 in Motivasi by banghaq

Kebanyakan dari mereka menjadikan pikiran sebagai musuh untuk dirinya sendiri. Setiap ada keinginan, maka pikiran negatif selalu mengatakan "Ah itu kecil kemungkinannya” atau "Bisa sih, tapi sulit” atau bahkan "Ya dia sih bisa, tapi aku tidak mungkin.”

Anda adalah hasil dari apa yang Anda pikirkan, begitulah orang bijak berkata. Mengapa? Karena pikiran Anda akan mempengaruhi tindakan. Dan tindakan Anda akan menjadi kebiasaan, nah kebiasaan inilah yang menjadi karakter dan menjelma menjadi nasib Anda.

Banyak orang ingin merubah apa yang ada di luar tubuh mereka tanpa merubah apa yang ada di dalamnya. Padahal kejadian di luar adalah sebagaimana kejadian di dalam. Begitulah prinsip energi, ia selalu sama, hanya berubah bentuk menjadi wujud yang lain.

Bukankah pikiran Anda adalah energi yang selalu terpancar? Ia memiliki gelombang yang selalu tertangkap oleh frekwensi yang sama. Artinya, jika pikiran Anda berkata sulit, maka alam merespon semua kejadian yang menjadikan Anda sulit. Sekuat apapun usaha Anda, maka hasilnya pasti akan menemui kesulitan. Namun demikian pula ketika pikiran Anda berkata mudah, misalnya "Memang sulit, tapi pasti ada jalan keluarnya” atau "Walaupun kecil peluangnya, tapi tetap ada kesempatan untuk menggapai" atau bahkan "Ya kalau dia bisa, maka saya pasti bisa”.

Pikiran Anda akan memompa andrenalin keyakinan dan kepercayaan. Sehingga karenanya perasaan Anda akan diliputi semangat dan gairah untuk selalu berjuang menempuh peluang keberhasilan. Hasilnya, alam semesta-pun merespon Anda dengan gelombang yang sama dan menghantarkan hasil sesuai dengan apa yang Anda pikirkan.

Ketika selesai saya membawakan seminar The Secret Of Success, salah satu peserta mengajak saya untuk ngopi bersama di sudut ruangan cafe.
"Bang, saya tertarik dengan bahasan Abang tentang kekuatan pikiran yang bisa merubah nasib menjadi lebih baik.
"Ijinkan saya bercerita kepada Bang Haq mengenai pengalaman saya..”
"Baik pak, saya siap mendengarkan..”
"Begini Bang, kehidupan saya berjalan selalu tidak sesuai dengan apa yang saya kehendaki. Penghasilan yang tidak pernah cukup untuk memenuhi biaya kebutuhan hidup, hutang yang terus menumpuk, keluarga yang selalu ribut, dan begitu banyak masalah yang tidak mungkin saya ceritakan satu-persatu.
"Itulah kondisi saya satu tahun yang lalu. Sekarang saya punya mobil terbaik untuk keluarga, hutang-hutang saya telah lunas, kehidupan rumah tangga saya sangat harmonis. Insya Allah bulan depan saya berangkat umroh bersama keluarga..”
"Loh kok bisa, apa yang telah Anda lakukan satu tahun yang lalu?” Tanya saya heran.
"Itulah, sebagaimana yang Bang Haq sampaikan bahwa ternyata selama itu saya berusaha merubah kondisi di luar sebelum saya merubah kondisi di dalam diri saya. Saya selalu berdoa untuk keberlimpahan rejeki, namun pikiran saya selalu fokus pada kekurangan dan hutang. Saya memohon untuk lepas dari masalah, namun pikiran saya tidak bisa mencari solusi, alias hanya fokus pada masalah.
"Hingga satu tahun yang lalu saya mencoba introspeksi terhadap diri sendiri, saya bandingkan dengan teman dan saudara saya yang lebih mapan. Hasilnya…secara ilmu pendidikan jujur saya katakan mereka tidak lebih tinggi daripada saya, soal pekerjaan mereka tidak lebih baik daripada saya. Lalu apa yang mereka miliki yang saya tidak punyai?
"Hingga akhirnya saya beranikan untuk bertemu dan ngobrol bersama mereka, dan berniat untuk lebih mengetahui apa yang menjadikan mereka sukses. Jujur saja, saya tidak terang-terangan untuk minta bimbingan dari mereka.
"Dari situlah saya tahu, bahwa mereka selalu berpikir positip terhadap segala sesuatu kejadian, bahkan musibah sekalipun yang diambil adalah hikmahnya. Perasaan mereka sangat damai, penuh ketenangan. Nampak dari bicaranya yang selalu menjadi solusi dari masalah bukan bagian dari permasalahan.
"Setiap saya berpikir negatif terhadap peluang, mereka justru melihat masih ada kemungkinan jalan keluar terbaik. Hampir tiga jam saya ngobrol tidak terasa, dan dari situlah awal bahwa saya tahu kelemahan saya.
"Dahulu jika diberikan pekerjaan tambahan, saya katakan ‘ah..gila aja. Waktu saya habis hanya untuk kerjaan!’ Tapi saya tidak bisa menolak, karena memang harus saya kerjakan. Hasilnya..pekerjaan saya selalu tertunda dan selalu kekurangan waktu. Hampir semua tugas yang diberikan, saya anggap sebagai beban masalah. Sehingga semua bermasalah.
"Kemudian sudut pandang pikiran saya rubah, menjadi solusi untuk perusahaan dimana saya bekerja. Saya senang jika berhasil membantu rekan dalam menyelesaikan tugas. Selalu menjadi solusi dari masalah perusahaan, dan reputasi saya menjadi jauh lebih baik, bahkan boss saya pun melihat kemampuan saya, hingga diberikan promosi jabatan menjadi manajer area.
"Entah bagaimana caranya, perasaan saya selalu senang dan gembira.
"Mulai saat itulah semua kehidupan saya penuh keajaiban. Semua masalah yang dahulu ada kini telah sirna. Keluarga kami sangat bahagia.”
"Mohon maaf, sekarang jabatan bapak apa?” Sela saya
"Oh Alhamdulillah sekarang menjadi general manager di salah satu anak perusahaan big boss saya. Ini kartu nama saya Bang..” Sambil menyodorkan.
Lihatlah, selama ia masih berusaha merubah apa yang ada di luar tubuhnya tanpa memulai dengan apa yang ada di dalam tubuhnya, hasilnya selalu berujung pada masalah. Ya, karena ia selalu fokus pada masalahnya.

Pikiran kita memiliki dua komando, yaitu komando untuk menang dan komando untuk kalah. Komando menang dikeluarkan ketika Anda memutuskan untuk berhasil. Maka dari sana akan dihasilkan banyak alasan mengapa Anda mampu, mengapa Anda bisa, mengapa Anda berpotensi.
Komando kalah dikeluarkan ketika Anda memutuskan untuk ragu, pesimis, dan berpikir gagal. Maka dari sana akan dihasilkan banyak alasan mengapa Anda lemah, mengapa Anda bodoh, mengapa Anda pecundang.

Kedua komando ini sangat patuh kepada Anda. Mereka akan menerima perintah sangat cepat melalui perasaan Anda. Ketika perasaan Anda baik, maka komando menang siap bekerja. Begitupula jika perasaan Anda buruk, maka komando kalah siap diluncurkan.

Anda bisa mencobanya bagaimana kedua komando ini bekerja. Cobalah katakan kepada diri Anda "Hidup saya selalu sulit” Ini membuat perasaan Anda menjadi buruk, dan telah memerintahkan komando kalah bekerja. Maka dihasilkan sejumlah fakta untuk membuktikan bahwa Anda benar! Ia menyatakan bahwa "hari ini Anda tidak bisa melakukan hal terbaik”, "lihatlah sekarang cuaca tidak mendukung”, ”bisnis Anda sekarang mengalami kesulitan”, "banyak rintangan untuk melakukan tugas”, "kendaraan Anda rusak”, "teman yang sudah Anda prospect tidak ada yang respon”, "biaya bulanan belum tercukupi”, "tagihan bulan kemarin masih ada tunggakan”, "kepala Anda sakit”, "tubuh Anda lemah”. Semua fakta itu dihasilkan dari komando kalah di pikiran Anda, sehingga Anda memutuskan bahwa hidup Anda memang sulit sebelum Anda menyadarinya.

Akan tetapi, katakan sekarang "Hidup saya penuh bahagia”, perasaan Anda menjadi tenang, damai dan penuh kebaikan, sekaligus telah memerintahkan komando menang untuk bekerja. Ia akan menghasilkan fakta bahwa "hari ini Anda telah berbuat banyak untuk keluarga dan orang lain”, walaupun cuaca hujan faktanya adalah "udara saat hujan sejuk sekali, sumur kering terisi lagi”, walaupun penjualan menurun faktanya adalah "bisnis Anda mengalami pertumbuhan di sektor penyediaan stock, Anda memiliki cadangan untuk pengembangan di daerah lain”, walapun tugas banyak rintangan faktanya adalah "Anda mendapatkan ilmu dan wawasan baru dari setiap tantangan”, walaupun kendaraan rusak faktanya adalah "bisa mendapatkan kelebihan dari anggaran bahan bakar, memiliki kesempatan untuk membeli yang lebih baik”, "teman-teman Anda telah memberikan respon terbaik untuk Anda”, "semua biaya telah terkendali”, "pikiran Anda rileks, tubuh terasa sehat dan penuh makna”. Nah, semua faktanya menuju kepada hidup Anda penuh bahagia, dan memang benar demikian adanya.
Kedua komando ini saling memberikan fakta kepada Anda begitu perasaan Anda memberikan isyarat baik atau buruk.

Semakin banyak isyarat buruk yang Anda berikan, maka tugas komando kalah akan semakin banyak dan semakin kuat bercokol di pikiran Anda. Ia akan semakin terlatih, dan semakin mahir memberikan fakta negatif. Sehingga hampir sebagian besar otak Anda dikuasai oleh komando kalah.

Satu-satunya tindakan yang bijaksana adalah Anda mem-PHK komando kalah dari pikiran Anda. Sebab Anda tidak membutuhkan dia untuk mengatakan kepada Anda bahwa Anda lemah, tidak berguna, tidak berpotensi, selalu gagal, dan seterusnya. Komando kalah tidak membantu Anda sedikitpun untuk menuju tempat yang Anda inginkan. Karena itu pecat saja dia dengan tidak hormat dan jangan beri sedikitpun pesangon.

Kemudian, berikankanlah tugas kepada komando menang Anda dengan seratus persen di otak Anda. Berikan dengan isyarat perasaan baik, bahagia, penuh syukur, sukses, dan seterusnya. Ia akan sangat senang sekali menjalankannya, dan selalu memberikan informasi fakta kepada Anda bahwa Anda memang sebagai pemenang sebagaimana ketika Anda lahir sebagai pemenang saat kompetisi besar dimulai.

Last Modified: -/-
  • Visits: 1099
  • (Current Rating 0.0/5 Stars) Total Votes: 0
  • 0 0

No Comments Yet...

Leave a reply


Contact Information

  • E-mail: info@banghaq.com
  • Address: Jl. Pangeran Arya Salingsingan - Blok Sidapurna No. 7
    Ds. Kasugengan Kidul Kec. Depok - Cirebon 45155