You are here: Home › artikel
  • DemeXeMuse says:02 Nov 2013
    nyasar kisini gara2 ini: http://htwins.net/scale2/ , pas liat sampe ukuran terkecil…
    Apa itu Quantum?
  • eko budhi says:27 Sep 2013
    Waaah kajiannya luar biasa bang.. memperkuat informasi tentang quantum ikhlas..…
    Energi Otak Manusia
  • Raudha says:28 Jul 2012
    Ajiibb bang !! like this notes
    Energi Otak Manusia
  • banghaq says:13 Apr 2012
    Dana yang ada di Kemenag dijadikan sukuk (sejenis obligasi) tapi dengan margin yang…
    Menjadi Pengusaha itu Mulia
  • miska says:14 Mar 2012
    dana haji yang di kemenag digulirkan kemana, Bang? makasih
    Menjadi Pengusaha itu Mulia

Rencana Tuhan Untuk Manusia

0 Sun 06, July 2014 in Inspirasi by banghaq
HakTuhanSudah sangat populer bahwa "Manusia hanya bisa merencanakan, Tuhanlah yang memutuskan”. Nah kali ini saya akan balik logika ini, bahwa yang sebenarnya adalah "Tuhanlah yang merencanakan, tugas manusia memutuskan!” 

Rencana Tuhan telah jelas, bahwa Ia menjadikan manusia sebagai KHALIFAH. Yaitu dalam pengertian bahwa manusia dijadikan sebagai alat untuk mencapai rencana-Nya. Itulah sebabnya ditafsirkan bahwa khalifah adalah mandat atau pengganti peran Tuhan. Yaitu sebagai pengganti peran Tuhan dalam kehidupan di semesta alam, atau dalam bahasa disebut "waliyulllah”.

Manusia sebagai pengganti peran Tuhan diberikan mandat untuk saling memberikan rejeki. Hakekatnya rejeki itu dari Tuhan, namun didatangkan melalui peran manusia yang saling membutuhkan sehingga dari setiap aktivitasnya menghasilkan rejeki yang disalurkan Tuhan melalui peran manusia tersebut.

Demikian pula mengenai ilmu pengetahuan, kekuasaan, cinta dan kasih sayang, keselamatan, dan semua sifat serta kejadian dalam kehidupan manusia, pada hakekatnya adalah pemberian Tuhan yang Maha Berilmu, Maha Berkuasa, Maha Pengasih dan Penyayang, Maha Menyelamatkan, dan semua asma Tuhan sebagai Pemilik dan memberikan mandat peran-Nya kepada manusia.

Manusia diberikan peran dari Tuhan agar manusia menjadi PEMIMPIN bagi diri, keluarga, masyarakat, dan alam. Inilah definisi khalifah sebagai pemimpin. Dan tentunya sebagai pemimpin, manusia memiliki tiga peran utama, yaitu :

 

  1. Memuliakan Manusia, yaitu memberikan pemahaman dan kesadaran bahwa kemuliaan manusia adalah sebagai hamba Tuhan, bukan lainnya. Hal ini agar manusia mengerti bahwa kehidupan beserta segala kejadiannya pada hakekatnya adalah kehendak Tuhan. Sehingga tidak layak ia mencari kebahagiaan selain dari-Nya. Bukan dunia yang menjadikan manusia mulia. Melainkan penggunaan dunia sebagaimana yang dikehendaki Tuhan-lah yang bisa menghantarkan manusia menjadi mulia.
  2. Memfungsikan Manusia, yaitu dengan menggunakan apa-apa yang sudah diberikan Tuhan kepada diri manusia, mulai dari organ tubuh yang tidak pernah kita bisa kendalikan, hingga fisik dan tubuh yang dikendalikan oleh sensor motorik otak sesuai keputusan manusia. Secara garis besar manusia diberikan kewenangan untuk memfungsikan akal dan pikiran, jasad dan anggota tubuh, penglihatan, ucapan, dan semua perbuatan agar ia bisa mandiri memenuhi kebutuhan hidupnya di dunia. Namun harus dipahami bahwa hakekatnya semua perbuatannya adalah atas izin Tuhan. Inilah yang disebut "La haula wala quwwata illa billah”, yaitu tidak ada kemampuan manusia untuk berpikir, berakal, berucap, berindra, dan berbuat apapun kecuali atas izin Tuhan. Dari semua yang dilakukan manusia dalam memfungsikan apa yang sudah diberikan Tuhan inilah sehingga manusia bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhannya.
  3. Menyejahterakan Manusia, yaitu dengan mendayagunakan alam semesta yang sudah Tuhan tundukan untuk kehidupan manusia. Tugas manusia sebagai pemimpin adalah melestarikan, memelihara, dan memanfaatkan alam untuk kesejahteraan umat manusia di muka bumi. Peran yang ketiga ini adalah puncak dari fungsi manusia sebagai khalifah, yaitu mengambil peran sebagai pemimpin yang mencerdaskan dan menyejahterakan umat.


Jadi, lihatlah sekarang. Betapa Tuhan telah memiliki rencana besar untuk manusia, nah tugas kita adalah menerima rencana itu dengan IHLAS, lalu putuskan untuk mengikuti rencana-Nya atau tidak? Jika kita mengikuti rencana-Nya, yaitu dengan melakukan semua titahNya dan mengikuti sunah Rasulullah SAW maka sampailah pada pertemuanmu dengan Tuhanmu di syurga. Namun sebaliknya jika engkau menolak, yaitu mengikuti prasangkamu dan pengetahuan yang tak berdasar maka engkau akan bertemu Iblis Laknatullah di neraka. Tentukan pilihan Anda!

 

Last Modified: Sun 06, July 2014
  • Visits: 984
  • (Current Rating 4.0/5 Stars) Total Votes: 1
  • 1 0

No Comments Yet...

Leave a reply


Contact Information

  • E-mail: info@banghaq.com
  • Address: Jl. Pangeran Arya Salingsingan - Blok Sidapurna No. 7
    Ds. Kasugengan Kidul Kec. Depok - Cirebon 45155